Welcome TV Bulan Ramadhan adalah waktu yang mulia bagi umat Islam. Selain menahan lapar dan dahaga, puasa juga bertujuan melatih pengendalian diri dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Di era digital seperti sekarang, hiburan mudah diakses, salah satunya menonton drama China (C-Drama) yang banyak digemari. Lalu muncul pertanyaan: bagaimana hukum menonton drama China saat Ramadhan? Apakah dapat membatalkan puasa?
Pengertian Puasa dan Hal yang Membatalkannya
Puasa secara syariat adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat karena Allah SWT. Dalam Islam, hal-hal yang membatalkan puasa telah dijelaskan secara jelas, seperti makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami istri di siang hari, muntah dengan sengaja, haid dan nifas, serta hilangnya akal (gila atau mabuk).
Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa menonton hiburan, termasuk drama China, tidak termasuk dalam perkara yang secara langsung membatalkan puasa. Namun, pembahasan hukumnya tidak berhenti sampai di situ.
Hukum Menonton Drama China saat Berpuasa
Secara umum, menonton drama China saat Ramadhan hukumnya mubah (boleh) selama tidak mengandung unsur yang diharamkan dan tidak melalaikan kewajiban. Menonton itu sendiri bukanlah ibadah maupun maksiat, melainkan perbuatan netral yang hukumnya bergantung pada isi dan dampaknya.
Jika drama yang ditonton berisi cerita ringan, nilai moral yang baik, dan tidak mengandung adegan yang dilarang, maka hukumnya boleh dan tidak membatalkan puasa. Akan tetapi, jika drama tersebut menampilkan aurat, adegan romantis berlebihan, syahwat, kekerasan, atau nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam, maka hukumnya bisa menjadi makruh bahkan haram.
Apakah Menonton Drama China Membatalkan Puasa?
Secara fiqih, menonton drama China tidak membatalkan puasa, selama tidak menyebabkan seseorang melakukan hal yang membatalkan puasa, seperti mengeluarkan mani dengan sengaja akibat menonton adegan yang merangsang. Namun, meskipun puasanya tetap sah, pahalanya bisa berkurang.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perbuatan sia-sia dan dosa. Jika seseorang berpuasa tetapi matanya, telinganya, dan hatinya dipenuhi hal yang tidak bermanfaat atau maksiat, maka tujuan puasa tidak tercapai secara sempurna.
Dampak Menonton Drama terhadap Kualitas Puasa
Menonton drama China saat Ramadhan dapat berdampak berbeda pada setiap orang. Bagi sebagian orang, menonton secukupnya setelah ibadah bisa menjadi hiburan yang meringankan pikiran. Namun bagi yang lain, kebiasaan ini bisa membuat lalai, begadang, menunda salat, bahkan menghabiskan waktu Ramadhan tanpa amal yang berarti.
Jika menonton drama menyebabkan:
-
Melalaikan salat fardu atau tarawih
-
Mengurangi waktu membaca Al-Qur’an
-
Menimbulkan syahwat
-
Menghabiskan waktu berlebihan
maka perbuatan tersebut bertentangan dengan semangat Ramadhan, meskipun tidak membatalkan puasa secara hukum.
Menjaga Pandangan di Bulan Ramadhan
Islam sangat menekankan penjagaan pandangan, terutama di bulan Ramadhan. Banyak drama, termasuk drama China, yang menampilkan interaksi bebas antara lawan jenis dan adegan yang tidak pantas untuk ditonton saat berpuasa. Pandangan mata yang tidak dijaga dapat menodai pahala puasa.
Para ulama menjelaskan bahwa maksiat anggota tubuh dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa, meskipun secara hukum puasanya tetap sah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk lebih selektif dalam memilih tontonan.
Sikap Bijak dalam Menikmati Hiburan
Bukan berarti Ramadhan harus diisi dengan keseriusan tanpa hiburan sama sekali. Islam adalah agama yang seimbang. Hiburan boleh saja selama:
-
Tidak mengandung unsur haram
-
Tidak melalaikan kewajiban
-
Tidak berlebihan
-
Lebih baik dilakukan di luar waktu utama ibadah
Jika ingin menonton drama China, sebaiknya dilakukan setelah berbuka puasa dan salat, dengan durasi yang wajar, serta memilih tontonan yang aman dan bermanfaat.
Kesimpulan
Menonton drama China saat Ramadhan tidak membatalkan puasa secara hukum, selama tidak menyebabkan terjadinya hal-hal yang membatalkan puasa. Namun, jika tontonan tersebut mengandung unsur maksiat atau melalaikan ibadah, maka dapat mengurangi pahala puasa dan bertentangan dengan tujuan Ramadhan.
Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya bersikap bijak dalam memilih hiburan, agar puasa yang dijalani tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai tinggi di sisi Allah.